Coach to Great

Senang sekali melihat perkembangan dalam diri orang lain, sukses menjadi Trainer dan meraih impiannya sendiri, terus menjadi manusia yang seutuhnya.

Coach to Great.

Eksekusi adalah bagian kedua dari Prinsip Produktivitas. Lengkapnya adalah sebagai berikut:

  1. See atau Paradigma
  2. Do atau Eksekusi
  3. Get atau hasil

Mari kita bahas satu per satu.

Pada fase Paradigma, cara kita melihat suatu persoalan sangat menentukan arah dan tindakan kita. Bisa juga disebut rencana atau strategi.

Pada fase eksekusi, di sinilah eksekusi sesungguhnya. Karakter dan kompetensi seseorang menentukan langkah demi langkah eksekusi sampai mendapatkan hasil atau aktual.

Fase hasil atau aktual, kita membandingkan antara Rencana dan Aktual atau dapat di sebut juga tinjauan (review). Sehingga putaran antara See – Do – Get ini membentuk sebuah putaran secara terus menerus yang disebut sebuah Prinsip Produktivitas.

Dalam hal pembentukan pemimpin dalam sebuah organisasi, training eksekusi dan membentuk internal trainer itulah tujuan saya di dunia korporasi.

Untuk tujuan yang lebih besar lagi, siapa pun yang ingin mencapai optimalitas di dunia pribadi dan profesional, silakan komentar dan berbagi bersama saya.

Salam Great

Surya Rachmannuh

Trainer and coach

Coachtogreat.com

Coachtogreat@gmail.com

HP: 0858 8228 0303

My Values

Kalau dalam hal ini, nilai saya sangat peribadi dan mendalam bagi saya. Ketika Tuhan ijinkan berbagai trauma dan badai dalam kehidupan saya sejak saya masih berusia 10 tahun, tinggallah ketiga hal ini dan ingin saya praktikkan dalam kehidupan saya yaitu Give, Forgive dan Forgiving.

Give artinya memberi tanpa pamrih. Saya mungkin orang yang dilahirkan dengan latar belakang sosial dari keluarga sederhana dan menghargai setiap rupiah yang saya terima dan pertanggungjawabkan. Jika hati saya tergerak untuk memberi, maka saya akan berikan sesuai dengan hati nurani saya.

Forgive, siapa sih disini yang tidak mengalami kesalahan. Yah betul, saya akan mengampuni setiap orang yang bersalah kepada saya karena memang penghakiman atau hukuman itu bukanlah hak saya. Kewajiban saya adalah mengampuni orang yang bersalah pada kita.

Forgiving, kalau ini perlu disikapi dengan bijaksana. Memang pengampunan ini sudah menjadi sebuah sistem. Namun demikian, saya lebih menurut pada perintah Tuhan daripada perintah manusia, dalil atau pun nilai lainnya. Sekali dalam hal pengampunan ini, bukanlah menjadi otoritas atau wewenang saya. Ingatlah, bahwa saya ini hanyalah seorang manusia biasa saja yang mencoba luar biasa mencari ketenangan diri dan batin saya sendiri dan diberikan kepada orang lain.

Bagaimana dengan ketenangan diri dan batin orang lain? Itu sudah menjadi tanggung jawab pribadinya sendiri.

Salam Great

Surya Rachmannuh

Coachtogreat.com

Never Give Up

Never, never, never give up. – Winston Churchill

Winston Churchill benar, kita tidak boleh menyerah dalam kehidupan ini.

Selama hayat masih dikandung badan, marilah kita terus berjuang. Lihat kembali kemenangan-kemenangan kita, bila memang anda tidak bisa maju, bertahanlah atau mundur selangkah. Tidak ada yang lebih memalukan daripada anda maju tetapi anda sedang melakukan tindakan yang konyol dan tanda sebuah penyerahan diri.

Lebih baik anda diam dan bertahan. Pikirkan lagi strategi-strategi yang mungkin dapat anda lakukan sekarang ini.

Diam itu bukan berarti menyerah. Diam dalam rumah bukan berarti sebuah kekalahan karena itu mungkin salah satu solusi yang mungkin dapat kita lakukan ketika menghadapi hal-hal yang tidak bisa kita lihat dan kendalikan. Tetapi anda masih dapat mengendalikan diri anda sendiri.

Diam dan jangan menyerah.

Salam Great

Surya Rachmannuh

Coachtogreat.com

I am Just a Human

I am just a human being trying to make it in a world that is very rapidly losing it’s understanding of being a human.  – John Trudell

Saya hanyalah seorang insan biasa yang mencoba melakukannya dalam dunia yang telah banyak sekali kehilangan arti apa makna manusia itu sesungguhnya.

Mungkin maksud John Trudell adalah kita ini adalah manusia yang terdiri dari tubuh, jiwa dan roh, dan tubuh atau fisik ini terbatas usianya, lepas dari apa pun profesi, jabatan atau apa pun, kita ini diciptakan untuk belajar memberikan makna dalam setiap kehidupan kita bagi kebahagiaan sesama dan mengembalikan segala rahmat ilahi kepada Sang Pencipta, Tuhan kita, lepas dari apa pun agama kita. Seperti Dalai Lama berkata bahwa kita ini bukanlah makhluk rohani dimana tubuh kita perlu siraman rohani terus menerus untuk mengembangkan diri kita, bukan itu.

Kita adalah makhluk spiritual yang bersatu dalam tubuh ini selama kita hidup. Perhatikanlah bahwa sebagai manusia biasa, tubuh kita semakin lama akan semakin renta dan berkurang fungsinya, namun demikian, makhluk spritual kita semakin hari semakin meningkat sesuai dengan upaya kita masing-masing dalam meningkatkan.

Ingatlah bahwa perbedaan perspektif dalam pikiran kita akan mempengaruhi hasil pencapaian kita.

Sebagai kesimpulannya, sebagai tubuh manusia kita semua adalah seorang manusia biasa dan terus menerus mencari keberkahan diri supaya layak dan pantas diterima oleh Sang Pencipta menurut kehendakNya.

Salam Great

Surya Rachmannuh

Coachtogreat.com

My Prayer

Doa kita saat ini adalah diam dalam keheningan. Saya ingin menyelami arti kehidupan yang sesungguhnya dan percaya lebih lagi kepada Tuhan.

Saya tidak mau rasa cemas, ketakutan, kekacauan melingkup diriku.

Hari ini saya lepaskan segala rasa cemas saya dan mulai bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.

Saya ingin saya kuat dan menguasai pikiran saya supaya ada damai sejahtera dalam hatiku.

Saya ingin berbicara tentang kesehatan, keyakinan dan pengharapan pada setiap orang yang temui dan sayangi.

Pikirkanlah selalu yang baik, sangat baik dan terbaik saja, maka anda akan tersenyum manja ketika Anda melihat orang lain, orang yang anda cintai dan segala mahluk hidup berbahagia menyongsong hari yang penuh pengharapan itu.

SUkses itu, untuk di RaYAkan bersama-sama.

Salam Great,

Surya Rachmannuh

Coachtogreat.com

Give Thanks

Bersyukur, bersyukur, bersyukurlah….. karena kasih setia Tuhan yang besar kepada kita. – oq

Dalam segalah hal yang anda alami, bersyukurlah. Mulai dari bangun tidur, setiap tarikan nafas kita adalah milikNya sang Pencipta. Terkadang memang kita sulit untuk bersyukur.

Saya melihat kembali perjalanan hidup saya sendiri. Pada tahun 1999, saya masih tinggal di Gg. Terate III No. 17 E (petak kelima dari rumah). Rumah itu sendiri sudah huni sejak tahun 1979, susah rasanya keluar dari belitan kemiskinan yang saya rasa saat itu. Ditambah pada Januari 1999, Tuhan telah mengambil harta kami satu-satunya yaitu rumah itu. Rumah itu dan 64 rumah lainnya terbakar. Api membakar selama 30 menit saja untuk meluluh lantakkan segala yang saya miliki saat itu. Hanya ijazah saja yang akhirnya saya urus untuk kelanjutan hidup saya saat itu.

Dan diatas puing-puing kebakaran rumah saya, saya berkata”Tuhan yang beri, Tuhan juga yang mengambilnya, terpujilah nama Tuhan…. dengan hati yang hancur. Terkadang beberapa malam saya terbangun karena teringat akan-akan barang yang saya sayangi, yang turut hancur dalam kebakaran itu.

Sekarang, ketika mengalami pandemi yang kita rasakan saat ini, tidak mudah memang bagi kita untuk bersyukur. Semua orang mengalami hal yang sama dan yang bisa kita lakukan adalah bersyukur, diam di rumah dan berdoa bagi seluruh petugas yang berjuang melawan pandemi ini.

Bersyukur, sekali lagi bersyukurlah. Karena dengan bersyukur, kita sedang menaikkan doa kepada Tuhan, mohon ampunan dariNya bahwa besar kuasaNya atas kita dan sekaligus meminta bahwa persoalan ini segera berlalu sesuai dengan kehendakNya.

Salam Great,

Surya Rachmannuh

Coachtogreat.com

HP: 085882280303

Money as a tool

“Money is a tool, used properly it makes something beautiful. Used wrong. It makes a mess!”

– Bradley Vinson

Uang adalah sebuah alat, yang bila digunakan akan membuat sesuatu indah pada waktunya. JIka salah digunakan, uang dapat membuat sebuah kekacauan.”

Bradley Vinson benar bahwa uang hanya sebuah alat. Alat pembayaran yang sah, sebuah pengukuran keberhasilan, sebuah harga yang menentukan sebuah barang atau pelayanan jasa. Ada orang yang royal memberikan uang, ada juga yang kikir seperti orang kaya yang meninggal dan mengubur semua harta kekayaan yang dimilikinya. Untuk apa? Paling juga nanti dibongkar hartanya dan tinggalkan jenazahnya.

Saya teringat akan perkataan dalam sebuah training yang diselenggarakan oleh Anthony Dio Martin. Dia berkata,”Buatlah sebuah taman, bukan mengejar kupu-kupu.” Artinya jika ingin mendapatkan uang, buatlah diri anda berharga dulu maka uanglah yang akan mengejar Anda, dan setelah mendapatkan uang, gunakanlah itu sebaik-baiknya. Ingatlah, mudah bagi kita menghamburkan uang namun sulit untuk mendapatkannya.

Ada sebuah prinsip lama yang saya tekuni dalam hal keuangan, yang diajarkan sejak kita SD dulu mungkin yaitu “Jangan besar pasak daripada tiang.” yang berarti pengeluaran kita tidak boleh lebih dari pendapatan, atau “Sedia payung sebelum hujan” yang dapat diartikan menabung lebih baik daripada ada sebuah kebutuhan penting yang akan benar-benar mendesak anda.

Karena mengejar banyak uanglah banyak orang terjebak dalam investasi bodong. Iya apa iya. Oleh karena itu, bijaksanalah dalam mengatur keuangan dan ingat bahwa uang itu adalah sebuah alat pertukaran dan investasi saja.

Salam Great,

Surya Rachmannuh

Coachtogreat.com

Hp: 085882280303

Learn from People

Living is the art of loving, loving is the art of caring. Caring is the art of sharing. Sharing is the art of living. If you want to lift yourself up, lift up someone else. – Booker T. Washington.

Hidup adalah seni dalam hal mencintai, mencintai adalah salah cara dalam hal perhatian. Perhatian adalah seni dalam Berbagi. Berbagi adalah seni dalam kehidupan. Jadi, jika anda ingin meningkatkan diri anda sendiri, tingkatkanlah diri orang lain terlebih dulu.

Booker T. Washington benar, jika anda ingin meningkatkan diri anda sendiri, dulukanlah kepentingan orang lain.

Berbagi adalah sebuah sikap kerelaan untuk berbagi apa yang “penting” yang dapat kita berikan kepada orang lain. Seperti artikel saya yang terdahulu, berikanlah ilmu yang dapat memberikan makan seumur hidup. Sikap kita dalam menghadapi hidup ini adalah segalanya.

Menjadi independen adalah hal yang baik dan mendasar, dan menjadi berkat bagi orang lain lebih lagi manfaatnya bagi sesama. Cerita tentang motivator no. 1 Dunia, Anthony Robbin yang menghabiskan uangnya untuk pergi ke sebuah Seminar Jim Rohn, dan sepulangnya dari sana, dia rela memberikan uangnya untuk seorang ibu dan anaknya makan dan dia memilih untuk berjalan kaki pulang. Hal ini justru yang mendorong dia mengembangkan banyak ide dan berhasil menjadi motivator no.1 dunia.

Himbauan saya, mari kita berikan apa yang dapat kita berikan bagi dunia ini maka Anda akan dapat melihat hasilnya di kemudian hari. Jangan hitung-hitung berkat dan kerugian Anda, berikan saja dengan tulus dan biarkan Tuhan saja yang memperhitungkan hal itu.

Manfaatnya, kita akan jauh lebih damai sejahtera karena manusia pada hakikatnya adalah untuk berbagi, bukan untuk hal yang lain.

Salam Great

Surya Rachmannuh

Coachtogreat.com

HP/WA: 085882280303

The Art of Sharing

Living is the art of loving, loving is the art of caring. Caring is the art of sharing. Sharing is the art of living. If you want to lift yourself up, lift up someone else. – Booker T. Washington.

Hidup adalah seni dalam hal mencintai, mencintai adalah salah cara dalam hal perhatian. Perhatian adalah seni dalam Berbagi. Berbagi adalah seni dalam kehidupan. Jadi, jika anda ingin meningkatkan diri anda sendiri, tingkatkanlah diri orang lain terlebih dulu.

Booker T. Washington benar, jika anda ingin meningkatkan diri anda sendiri, dulukanlah kepentingan orang lain.

Berbagi adalah sebuah sikap kerelaan untuk berbagi apa yang “penting” yang dapat kita berikan kepada orang lain. Seperti artikel saya yang terdahulu, berikanlah ilmu yang dapat memberikan makan seumur hidup. Sikap kita dalam menghadapi hidup ini adalah segalanya.

Menjadi independen adalah hal yang baik dan mendasar, dan menjadi berkat bagi orang lain lebih lagi manfaatnya bagi sesama. Cerita tentang motivator no. 1 Dunia, Anthony Robbin yang menghabiskan uangnya untuk pergi ke sebuah Seminar Jim Rohn, dan sepulangnya dari sana, dia rela memberikan uangnya untuk seorang ibu dan anaknya makan dan dia memilih untuk berjalan kaki pulang. Hal ini justru yang mendorong dia mengembangkan banyak ide dan berhasil menjadi motivator no.1 dunia.

Himbauan saya, mari kita berikan apa yang dapat kita berikan bagi dunia ini maka Anda akan dapat melihat hasilnya di kemudian hari. Jangan hitung-hitung berkat dan kerugian Anda, berikan saja dengan tulus dan biarkan Tuhan saja yang memperhitungkan hal itu.

Manfaatnya, kita akan jauh lebih damai sejahtera karena manusia pada hakikatnya adalah untuk berbagi, bukan untuk hal yang lain.

Salam Great

Surya Rachmannuh

Coachtogreat.com

HP/WA: 085882280303